Tata Cara Pernikahan Adat Jawa
Pernikahan Adat Jawa Modern
Malem blogger yang kece-kece, sambil nonton kontes dangdut *hehehe*, aku pengin banget share tata cara pernikahan adat jawa, nahhh, diantara kalian siapa nih yang orang jawa???? Mungkin juga buat kalian yang bukan orang jawa tapi pengin nikah *ciyyeee* pake adat jawa, boleh banget… atau buat yang cuma pengen tau aja.. langsung aja urutanya adalah sebagai berikut, dengan catatan mungkin dibeberapa tempat berbeda tergantung dari keinginan keluarga penganten itu sendiri, tapi setau aku pasti intinya sama *wkwkwk*
1. Rasulan/ kirim doa
2. Siraman
3. Midodareni
4. Akad nikah
5. Panggih
6. Resepsi
1. RASULAN/ KIRIM DOA
Makna dari rasulan atau kirim doa adalah memanjatkan doa kepada Allah SWT semoga niat untuk menikahkan anak dilindungi dan dilimpahkan berkah dari Allah SWT. Selain itu juga diberikan rahmat karunia keselamatan, kesehatan dan keberhasilan baik bagi kedua orang tuanya maupun bagi kedua calon mempelai sehingga dapat menjadi keluarga yang sakinah, keluarga bahagia dan sejahtera baik di dunia maupun di akhirat. Serta mendoakan agar arwah para keluarga diberikan ampunan segala dosanya oleh Allah SWT dan ditempatkan di sisiNya sesuai amal baktinya selama masih hidup
Upacara ini berupa :
1. Pembacaan ayat-ayat suci Alquran sebanyak 30 juz oleh para santri
2. Tahlilan yang dilanjutkan dengan pembacaan doa dan selamatan
Upacara ini biasanya dilakukan 2 hari sebelum hari H dan bertempat di rumah orang tua calon pengantin putri.
2. SIRAMAN
Siraman atau mandi bermakna penyucian diri.
Artinya kedua calon pengatin sebelum melaksanakan pernikahan perlu melakukan penyucian diri. Upacara pernikahan merupakan salah satu proses perubahan tahapan dalam kehidupan seseorang.
Pernikahan merupakan proses awal dalam pembentukan rumah tangga/ keluarga dan merupakan perubahan dalam hal status. Dengan pernikahan tersebut kedua pengantin harus melakukan perubahan sikap, perbuatan moral. Oleh karena itu sebelum upacara pernikahan kedua calon pengantin harus menyucikan diri dengan upacara siraman.
Wujud upacaranya yaitu kedua calon pengantin harus mandi air Prawito Sari (air suci), yaitu air yang diramu dengan berbagai macam-macam bunga.
Urutan Upacara Siraman adalah sebagai berikut :
Calon pengantin mandi di rumah orang tua masing-masing. Air prawito sari diracik oleh juru rias di rumah calon pengantin wanita, kemudian air prawito sari untuk mandi calon mempelai pria dikirim dari rumah orang tua calon mempelai wanita
Sebelum upacara siraman di rumah orang tua calon mempelai wanita dilakukan upacara lain yaitu :
* Pemasangan blaketepe oleh Bapak dan Ibu calaon mempelai wanita, biasanya dilakukan pagi hari
* Pemasangan tuwuhan oleh kedua orang tua calon mempelai wanita
--Upacara siraman di rumah orang tua calon mempelai wanita--
1. Pengajian ibu-ibu sebelum acara siraman dengan menyediakan air prawito sari
2. Pengiriman air prawito sari ke tempat orang tua calon mempelai wanita
3. Calon mempelai wanita sungkem kepada kedua orang tua, memohon maaf atas segala kesalahan, minta izin dan mohon doa restu untuk menikah pada keesokan harinya
4. Sungkem kepada kakek, nenek, budhe dan pakdhe
5. Calon mempelai wanita berjalan diapit kedua orang tuanya menuju tempat siraman
6. Dengan membaca Bismillahhirrohmannirrohim, upacara siraman dimulai. Adapun yang melakukan siraman adalah: Bapak, Ibu, Eyang (jumlahnya harus ganjil), Para Pini sepuh (jumlahnya harus ganjil), Perias.
7. Berwudhu dengan air kendi yang dipegang oleh ibu calon memepelai wanita, setelah selesai berwudhu kendi dipecahkan oleh ibu calon memepelai wanita serasa berkata “wis pecah pamore anakku“
8. Calon mempelai wanita dibopong oleh Bapak calon memepelai wanita menuju kamar pengantin untuk dirias
9. Bapak dan Ibu calon memepelai wanita melakukan pengguntingan rambut calon memepelai wanita dan ditanam di halaman depan rumah
10. Bapak dan Ibu calon mempelai wanita memotong tumpeng untuk memberi suapan terakhir kepada calon mempelai wanita
11. Bapak dan Ibu calon mempelai wanita berjualan cendol, Ibu menggendong bakul dan Bapak memayungi Ibu
12. Pembacaan doa
--Upacara siraman di rumah orang tua calon memepelai pria--
Upacara siraman Calon mempelai pria dapat dilakukan menurut tata cara adat yang bersangkutan. Air prawito sari yang dikirimkan dari rumah Calon mempelai wanita dicampurkan dengan air yang akan digunakan untuk siraman
Apabila Calon mempelai pria ingin melakukan upacara siraman menurut adat Jawa, maka pihak perias akan memandu pelaksanaan upacara siraman tersebut, yang pada intinya hampir sama dengan upacara siraman di rumah Calon mempelai wanita
3. MIDODARENI
Upacara Midodareni merupakan acara permulaan dalam proses pernikahan, karena pada acara ini keluarga Calon mempelai pria memperkenalkan diri kepada keluarga Calon mempelai wanita. Pada kesempatan ini juga sekaligus disampaikan maksud bahwa Calon mempelai pria telah siap dinikahkan dengan Calon mempelai wanita. Midodareni dilakukan 1 (satu) hari sebelum akad nikah yang bertempat di rumah orang tua Calon mempelai wanita.
Urutan acara Midodareni adalah sebagai berikut :
1. Setelah maghrib Calon mempelai pria beserta keluarga datang ke rumah keluarga Calon mempelai wanita untuk silahturahmi dan saling memperkenalkan keluarganya. Calon mempelai pria tidak diperkenankan masuk ke dalam rumah, tetapi menunggu di teras.
2. Keluarga Calon mempelai pria menyerahkan Calon mempelai pria kepada keluarga Calon mempelai wanita bahwa Calon mempelai pria siap untuk dinikahkan. Dilanjutkan dengan keluarga Calon mempelai pria menyerahkan seperangkat pakaian dan sumbangan keluarga Calon mempelai wanita
3. Keluarga Calon mempelai wanita menerima penyerahan (seserahan) dari keluarga Calon mempelai pria.
4. Orang tua Calon mempelai wanita memberikan nasehat kepada Calon mempelai pria dengna membacakan Catur Werdha
5. Keluarga Calon mempelai pria (ibu-ibu) menjenguk Calon mempelai wanita di kamar temanten
6. Setelah upacara selesai diadakan makan malam bersama
7. Rombongan keluarga Calon mempelai pria dan Calon mempelai pria berpamitan
4. AKAD NIKAH
Upacara akad nikah dilaksanakan dengan urutan acara sebagai berikut : (misal di masjid)
1. Pukul (sesuai jadwal) rombongan keluarga Calon mempelai pria dan Calon mempelai pria telah tiba di masjid
2. Pukul (sesuai jadwal), Calon mempelai pria, Calon mempelai wanita, Penghulu, orang tua laki-laki dari Calon mempelai wanita dan saksi menempati tempat upacara, sedangkan orangtua Calon mempelai pria dan keluarga lainnya menyaksikan langsung jalannya upacara.
3. Pembacaan ayat suci Al-Quran dan saritilawah
4. Akad nikah dipimpin oleh penghulu
5. Nasehat pernikahan oleh penghulu
6. Doa dipimpin oleh penghulu
7. Pemakaian cincin kawin oleh kedua ibu pengantin secara silang
8. Mempelai pria dan undur diri untuk dirias
5. PANGGIH
Adapun urutan upacara ini adalah :
1. Mempelai pria beserta tombongan memasuki ruangan yang telah ditentukan (tanpa kedua orang tua Mempelai pria). Mempelai pria siap di tempat yang telah ditentukan dengan diapit oleh keluarga yang lebih dituakan. Kedua orang tua Mempelai pria menunggu di tempat rias Mempelai pria
2. Penyerahan Mempelai pria oleh ketua rombongan Mempelai pria kepada keluarga mempelai wanita untuk melaksanakan upacara adat. Selanjutnya Mempelai pria diterima oleh wakil keluarga mempelai wanita
3. Penyerahan pisang sanggan dari keluarga Mempelai pria kepada ibu mempelai wanita
4. Pemberian air putih oleh ibu mempelai wanita kepada Mempelai pria
5. Gantal Pertemuan kedua mempelai diawali dengan saling melempar sirih (gantal) sebanyak 3 kali. Maknanya adalah saling melempar kasih sayang
6. mempelai wanita mencium tangan Mempelai pria . Mempelai pria menginjak telur, yang maknanya wiji dadi yaitu agar kedua mempelai segera diberi keturunan
8. mempelai wanita membasuh kaki Mempelai pria, maknanya kesetiaan
9. Sinduran yaitu Mempelai pria dan mempelai wanita berdiri sejajar. Pundaknya diberi kain sindur, kemudian berjalan menuju pelaminan dengan bapak mempelai wanita di depan kedua mempelai dan ibu di belakangnya
10. Bobot timbang yaitu Bapak mempelai wanita duduk di tengah-tengah kursi pengantin dan memangku kedua mempelai. Ibu bertanya “Abot sing endi Pak?” dan dijawab oleh Bapak “Pada abote”. Maknanya siapa yang lebih berat antara anak dan menantu dan dijawab sama saja dalam arti kasih sayang
11. Tandur yaitu Kedua pengantin didudukkan di pelaminan oleh Bapak mempelai wanita
12. Kacak kucur yaitu Menuang beras kuning dan ubo rapen yang ditempatkan dalam saputangan dari Mempelai Pria ke Mempelai Wanita. Saputangan diikat dan diserahkan kepada ibu mempelai wanita oleh mempelai wanita
13. Dahar kembul yaitu Suapan-suapan nasi kuning sebanyak 3 kali oleh kedua mempelai. Maknanya saling memperhatikan dan memberikan kasih sayang
14. JEMPUT BESAN yaitu Kedua orang tua mempelai wanita berjalan menuju pintu depan…(lokasi akad nikah) untuk menjemput besan yang baru datang sambil mengucapkan selamat datang dan didampingi menuju ke pelaminan (ibu-ibu di depan dan bapak-bapak mengiringi di belakangnya) Orang tua Mempelai pria dipersilahkan untuk duduk di sebelah kiri pengantin, orangtua mempelai wanita di sebelah kanan pengantin
15. Sungkeman : Keris Mempelai pria dicabut dahulu, kemudian kedua pengantin sungkem kepada orang tua mempelai wanita dan dilanjutkan sungkem kepada Mempelai pria
16. Doa dan dilanjutkan dengan ramah tamah dan ucapan selamat dari para tamu
6. RESEPSI
1. Kedua mempelai dipimpin oleh cucuk lampah menuju pelaminan diiringi oleh kedua orangtua pengantin, saudara kandung kedua mempelai dan para pini sepuh
2. Sambutan dari wakil keluarga Mempelai pria dan mempelai wanita
3. Pembacaan doa
4. Ucapan selesai dari para undangan yang dilanjutkan dengan ramah tamah.
mungkin sekiranya itu saja yang bisa aku share malem ini... dah ngantuk juga ni mata *Hoamm* semoga artikelnya berguna... amin, ok... semalat malam
0 Response to "Tata Cara Pernikahan Adat Jawa"
Post a Comment